Kamis, 26 Juni 2014

SYOK

Syok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ-organ vital. Syok merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan segera dan intensif.

Penyebab syok pada kasus gawat darurat obstetri biasanya adalah perdarahan (syok hipovolemik), sepsis (syok septik), gagal jantung (syok kardiogenik), rasa nyeri (syok neurogenik), alergi (anafilaktik).

Curigai atau antisipasi syok jika terdapat satu atau lebih kondisi berikut ini:
  • Perdarahan pada awal kehamilan (seperti abortus, kehamilan ektopik atau mola)
  • Perdarahan pada akhir kehamilan ( seperti plasenta previa, solusio plasenta, ruptura uteri)
  • Perdarahan setelah melahirkan ( seperti ruptura uteri, atonia uteri, robekan jalan lahir, plasenta yang tertinggal)
  • Infeksi ( seperti pada abortus yang tidak aman atau abortus septik, amnionitis, metritis, pielonefritis)
  • Trauma (seperti perlukaan pada uterus atau usus selama proses abortus, ruptura uteri, robekan jalan lahir)
TANDA DAN GEJALA

Diagnosis syok jika terdapat tanda atau gejala berikut:
  • Nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih)
  • tekanan darah yang rendah (sitolik kurang dari 90 mmHg)
Tanda dan gejala lain dari syok meliputi:
  • pucat
  • keringat atau kulit terasa dingin dan lembab
  • pernapasan yang cepat (30 kali per menit atau lebih)
  • gelisah, bingung, atau hilangnya kesadaran
  • urin yang sedikit (kurang dari 30ml per jam)
Sumber : Buku Panduan Praktis Pelayan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. 2002. 

Diet Sehat Golongan Darah O

 
 
Berikut adalah panduan tepat diet untuk golongan darah O dan terbukti oleh Justy Gina Pravita telah hilang bobot 6kg dalam 2 bulan hehehehe :)
 
Saat sedang melaksanakan diet berikut makanan yang sebaiknya dihindari untuk pemilik golongan darah O
1. Kacang-kacangan dan polong-polongan: minyak kacang, kacang mede, kacang hijau.
2. Semua jenis yogurt, es krim, minyak jagung.
3. Sayuran dan buah-buahan: alpukat, kol, kembang kol, jagung, kelapa, stroberi, jeruk, dll.

Makanan yang sebaiknya dikonsumsi untuk membantu program diet golongan darah O
1. Makanan yang mengandung protein tinggi: daging sapi, kerbau, kambing, anak sapi, makerel, ikan hering, salmon, ikan ekor kuning, sarden.
2. Sayuran dan buah-buahan: brokoli, lettuce, bawang putih, bayam, labu, kentang, nanas.

Makanan Yang Netral Untuk Dikonsumsi
1. Ikan dan seafood: ikan mas, kerapu, udang, cumi, siput, tiram, belut.
2. Daging unggas: bebek, burung dara, kalkun.
3. Sayuran dan buah-buahan: asparagus, rebung, mentimun, seledri, jahe, bawang merah, apel, pisang, mangga, melon, anggur, pepaya, pir, jambu klutuk.

Sumber : Budi Sutomo.S.Pd. Dr.Yoanita Ristyaningrum. Panduan Tepat Diet Untuk Golongan Darah O. 2010. Kawan Pustaka. Jakarta

PERKEMBANGAN EMOSI - Cara Yang Umum Untuk Menyalurkan Energi Emosional Yang Terpenam

KEMURUNGAN
kemurungan adalah keadaan emosi yang diperpanjang karena adanya energi emosi yang tertahan dan emosi itu dibiarkan tetap menyala. Emosi yang tidak menyenangkan paling mungkin ditahan, sehingga anak tampak merengut, tidak sehat, berdiam diri atau masgul. Mereka jadi tidak bergairah dan bekerja dengan hasil di bawah tingkat kemampuan mereka menjadi asyik dengan diri dan perasaan merek sendiri.

REAKSI PENGGANTI
Energi emosional dapat dilepaskan dengan mengganti reaksi yang lebih dapat diterima secara sosial. Sebagai contoh, jika anak marah, mereka mungkin mengganti reaksi memukul atau menendang dengan reaksi mencaci maki atau mungkin melakukan sesuatu yang bermanfaat atau konstruktif.

PEMINDAHAN
Dalam pemindahan (displacement), reaksi emosional ditujukan kepada manusia, binatang, atau obyek yang tidak ada hubungannya denganrangsangan. Sebagai contoh, anak yang marah bukannya memukul dan membentak orang yang telah menimbulkan kemarahannya, tetapi menyerang korban yang tidak bersalah sebagai kambing hitam.

REGRESI
Salah satu diantara cara umum untuk mengekspresikan emosi yang terhalang pada masa kanak-kanak ialah dengan regresi, - yaitu kembali ke bentuk prilaku sebelumnya, bahkan yang infantil. Sebagai contoh, anak yang cemburu mungkin ngompol di tempat tidur atau menyatakan bahwa mereka masih harus dibantu untuk berpakaian.

LETUSAN EMOSI
Di dalam letusan emosi, anak-anak bereaksi dengan hebat terhadap rangsangan yang remeh. Apabila marah, maka mereka melakukan kedakan kemarahan (temper tantrums) di luar batas kewajaran terhadap obyek yang telah membuat mereka marah. Karena anak-anak yang lebih tua mengetahui bahwa mereka dituntut untuk mengembangkan toleransi terhadap frustasi, letusan emosi mereka sering beralih menjadi rasa tidak mampu, rasa bersalah dan malu.

Sumber : Hurlock. Perkembangan Anak Jilid 1. 2009. Erlangga. Jakarta

Studi Ungkap Nutrisi Sebelum Ibu Hamil Tentukan Kondisi DNA Bayi


Gambia, Berencana memiliki momongan? Jika iya, sebaiknya Anda memperhatikan nutrisi yang diasup sebelum kehamilan terjadi. Pasalnya sebuah penelitian mengungkap, apa yang dikonsumsi ibu sebelum pembuahan terjadi ternyata turut mempengaruhi DNA bayi yang terbentuk.

Sekelompok peneliti mengamati para wanita di pedesaan Gambia, di mana perubahan musim mengakibatkan perubahan signifikan pada makanan yang disantap. Mereka mengamati 84 wanita yang hamil pada saat puncak musim hujan, dan sekitar delapan puluh wanita lain yang hamil pada saat musim kemarau memuncak. Nutrisi para wanita tersebut diukur melalui sampel darah dan tes DNA dilakukan dua hingga delapan bulan setelah bayi dilahirkan.

Dr Branwen Hennig, pimpinan tim peneliti yang berasal dari London School of Hygiene & Tropical Medicine mengatakan bahwa penelitian tersebut merupakan penelitian pertama mengenai pengaruh nutrisi prakehamilan terhadap kondisi genetik bayi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa nutrisi ibu saat pembuahan terjadi dapat mengubah kondisi genetik anak, yang berpengaruh hingga seumur hidup.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa gizi ibu pada masa prakehamilan dan pada awal kehamilan sangatlah penting dan mungkin berdampak pada kondisi kesehatan generasi mendatang," tuturnya.

Sebelumnya, percobaan pada tikus mengungkap bahwa nutrisi selama kehamilan berdampak seumur hidup pada gen keturunan. Misalnya, makanan yang diasup induk tikus akan memengaruhi warna bulu anak-anaknya. Efek ini dikenal sebagai "efek epigenetik" atau perubahan DNA.

Pada manusia, nutrisi ibu hamil diketahui memengaruhi senyawa kimia pada DNA yang disebut metil. Bayi yang dibuat di musim hujan memiliki kejadian metilasi DNA yang tinggi pada enam gen yang diteliti. Hal ini terkait dengan nutrisi yang terkandung dalam darah ibu. Meski demikian, peneliti masih belum mengetahui gen apa saja yang dipengaruhi dan bagaimana akibatnya.

"Wanita harus mendapatkan asupan makanan yang baik dan seimbang sebelum dan selama masa kehamilan." Demikian pesan Hennig mengenai hasil penelitiannya, seperti dilansir BBC dan ditulis pada Selasa (6/5/2014).

Sumber :
Muamaroh Husnantiya - detikHealth
Selasa, 06/05/2014 16:35 WIB

Kurang Diapresiasi, Bidan Indonesia Galau


Jakarta, Masalah kesehatan di Indonesia terkait angka kematian ibu dan bayi yang tinggi dikatakan oleh ahli dapat diatasi dengan Keluarga Berencana (KB). Tidak hanya KB, masalah potensi medis yang kurang juga turut menambah rumit masalah tersebut.

Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes, ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengatakan bahwa sekitar 80 persen tenaga kesehatan yang menjalankan program KB adalah bidan dan sekitar 65 persen persalinan ditolong oleh Bidan. banyaknya kontribusi yang diberikan terutama di desa membuat bidan menyatu dengan masyarakat setempat.

Bidan memberikan kontribusi pada pelayanan medis yang besar namun menurut Emi kurang diapresiasi. Lewat peraturan menteri kesehatan No.07 tahun 2013 lalu kini bidan yang berkerja untuk pemerintah tidak dapat memperpanjang masa kontraknya. Maksimal kontrak seorang bidan hanya sampai sembilan tahun kerja.

Emi menjelaskan bahwa bidan sama seperti profesi ahli lainnya memiliki tes kompetensi dan sertifikasi, namun profesi bidan tidak diberikan jenjang karir.

"Bidan di Indonesia kurang mendapat apresiasi, kebanyakan bidan tersebut merupakan tenaga kontrak, ada yang sampai sekitar 20 tahun mereka masih kontrak, diperpanjang terus. Sudah berkerja sampai sembilan tahun kontrak, berbaur dengan masyarakat desa, tapi sekarang tidak bisa diperpanjang, ini yang mungkin membuat bidan galau" ujar Emi saat ditemui pada acara forum diskusi di merDesa Institute Jakarta, seperti ditulis Rabu (25/6/2014).

Emi mengeluhkan profesi bidan tidak mendapatkan perhatian yang sama oleh pemerintah contohnya seperti guru dan dosen. Guru dan dosen yang telah lulus sertifikasi mendapatkan tunjangan sertifikasi sedangkan bidan tidak dapat apa-apa padahal sama-sama melalui tes sertifikasi.

"Bagaimana bidan bisa melayani jika mereka sendiri tidak sejahtera, masih memikirkan anaknya mau sekolah universitas bisa atau tidak. Apalagi untuk mereka yang kontrak di desa, tidak punya masa depan dan jenjang karir padahal mereka melakukan pendidikan profesional cukup mahal," tutup Emi.

Sumber :
Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 25/06/2014 08:23 WIB